Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Assalamu'alaikum. Selamat Datang di Pondok Pesantren Nurul Iman

Posisi Murid, Santri dalam Mencari Ilmu

 


Manusia adalah insan yang diperintah Tuhan untuk menjaga kelestarian bumi. Menjaga keseimbangan tiap komponen, mengayomi makhluk lain yang memerlukan perlindungan. Diturunkannya ke bumi tanpa bekal kemampuan apapun, tapi Tuhan memberikan akal yang hanya diberikan pada sesamanya untuk menjaga bumi.

Bekal akal tersebut sebagai bekal utama yang bisa mengendalikan bumi. Namun sia-sia jika akal tersebut tidak diasah. Karena dengan sendirinya akan tumpul dan tidak bisa digunakan. Maka tugas manusia terhadap akal tersebut adalah mengasahnya dengan belajar. Belajar dari setiap langkahnya. Namun, alangkah baiknya jika belajar dengan guru agar ada garis yang menghubungkan keduanya. 

Sebagai murid, santri, belajar kepada guru harus bisa memposisikan agar apa yang diperoleh maksimal. Seperti mengisi gelas dengan air dari kran, memposisikan agar air tidak banyak yang tumpah. Pun santri sebagai pembelajar.

Agar air penuh maka kosongkan terlebih dahulu gelas yang akan diisi. Pindahkan isi gelas tersebut ke tempat lain yang lebih besar (penampungan), jangan dibuang. Sama seperti kita, ketika hendak belajar, kosongkan sebagian otak kita, beri ruang untuk ilmu baru mengisi. Namun jangan sampai dilupakan ilmu yang sudah didapat sebelumnya. Hilangkan rasa sombong dan rasa sudah bisa terhadap ilmu yang diberikan. Luaskan hati agar rasa itu hilang dan ilmu dengan mudahnya masuk.

Posisikan gelas menghadap ke atas, tidak menghadap bawah agar air mudah masuk. Jika posisi gelas terbalik (menghadap bawah) tidak mungkin air itu bisa masuk. Sama seperti kita, menerima dengan tangan terbuka pada ilmu dan tidak menolak ilmu tersebut.

Pilih gelas dengan mulut gelas yang lebar. Agar air tidak banyak yang keluar gelas. Sama seperti kita, buka hati selebar mungkin agar ilmu yang masuk maksimal.

Jangan pilih gelas yang berlubang agar tidak hanya lewat airnya. Sama seperti kita, jangan ikuti niat dengan niat yang kurang baik. Itu akan menghambat masuknya ilmu. Jaga niat, hati dan tujuan supaya lurus karena Allah. 

Dan posisikan gelas tepat di bawah kran tempat keluarnya air. Jangan di atas kran. Posisikan kita di bawah guru, hormati guru bagaimana pun kondisinya. Jangan sombong pada guru karena sepandai-pandainya kita kalah jauh pengalamannya dari guru kita.

Seperti itu beberapa posisi kita dalam mencari ilmu. Seperti mengambil air di kran. Jika ada tambahan lain dari teman-teman, silahkan tulis di kolom komentar.

Terima kasih

Posting Komentar untuk "Posisi Murid, Santri dalam Mencari Ilmu"