Puisi Silfia Aribatun Nabilah
Di balik bangunan pondok yang membisu
Silfia Aribatun Nabilah
Di balik bangunan pondok yang membisu,
angin menganyam kisah pada wajah waktu.
Pada dinding-dinding yang mulai renta, tersimpan jejak doa yang tak pernah sirna.
Mentari pagi menumpahkan madu keemasan,
mengalir perlahan di celah-celah harapan.
Lantunan ayat mengalun bagai embun, menyejukkan jiwa yang haus akan tuntunan.
Di halaman yang sederhana itu, langkah-langkah kecil menjemput ilmu.
Menanam mimpi di ladang pengabdian,
hingga berbuah makna sepanjang kehidupan.
Senja pun datang membawa warna jingga, menghiasi langit dengan lukisan yang indah.
Sementara rindu pulang bersemayam di dada,
keteguhan tumbuh dalam pelukan istiqamah.
Malam turun dengan selimut bintang,
menemani doa-doa yang terbang. Mengetuk pintu langit yang tak terlihat, membawa harap yang tak pernah penat. Di balik bangunan pondok yang sederhana, tersembunyi samudra makna yang tak terduga. Tentang sabar yang ditempa oleh waktu, tentang ikhlas yang tumbuh dalam kalbu.
Dan kelak saat langkah menjauh perlahan, saat perpisahan menjadi garis perjalanan, pondok itu akan menetap dalam dada—
menjadi cahaya yang tak padam ditelan usia.
Post a Comment for "Puisi Silfia Aribatun Nabilah"
Post a Comment