Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Assalamu'alaikum. Selamat Datang di Pondok Pesantren Nurul Iman

Aku di sini untukmu

 


Mentari menyapa bumi dengan riangnya. Kamar telah sepi ditinggal sang empu. Menyisakan remanng khas pagi hari. Beranjak dari kamar, riuh mengisi beberapa kelas. Di sanalah sang empunya kamar berada. 

Seperti itulah aktivitas santri di sana. Bangun dini hari dan bergegas mengaji. Mengasah hati, meluaskannya demi kenyamanan bersama. Aku yang terduduk di sana, di bangku paling belakang, menyimak dengan mata setengah terbuka. Pena dibiarkan di udara, diam, menikmati kesendirian terbebas dari tuannya. 

Syahdu sekali pagi itu. Belaian udara segarnya pagi dibumbui suara guru yang merdu, tak kuasa netra ini menahan kantuk. Seirama dengan suara merdunya, kepalaku menggeliat menahan beratnya isi kepala. 

Ragaku di sini namun jiwaku berlarian menemani angan yang ingin berlari keluar. Maka tak heran jika apa yang aku dapat tidak sesempurna teman-temanku. Di mana antara jiwa, raga, dan angan tidak menyatu.

Meskipun seperti itu, seolah ada magnet yang menarikku agar tak beranjak dari koordinat ini. Berat, rasanya berat untuk meninggalkan. Terkadang ada yang mengusik kenyamananku, namun kaki ini membawaku kembali lagi ke sini. Aku sendiri tidak paham apa yang tengah melandaku. Ketidaksinkronan membuat dilema, antara menetap atau sekedar singgah.

Hari berganti hari, rasa itu makin besar. Ada beban yang menahanku ketika angan berkata untuk pindah. Ragaku mengiyakan namun jiwaku tidak. Keras sekali tolakan itu hingga raga tak bisa menolak jiwa ini. 

Tak terasa bulan telah beberapa kali memutari bumi. Aku senantiasa kembali di sini. Lagi dan lagi. Hatiku tertaut dengan syahdunya tempat ini. Hingga seberapa jauh aku berlari aku akan kembali lagi.

Bukan tanpa alasan aku menguatkan diri di sini. Sebab ada orang di belakangku yang senantiasa mendorong, tidak membiarkan aku menghentikan langkah apalagi sampai memutar balik. Mereka yang berdiri di sana mengusahakan sepenuhnya demi aku di sini. 

Sampai detik ini, aku berdiri di sini untukmu.

Posting Komentar untuk "Aku di sini untukmu"