Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
banner here

Taqwa, Hal yang Harus Dimiliki oleh Setiap Muslim


Taqwa sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Setiap ada acara religious, selalu terdengar kata itu. Di setiap doa yang dilantunkan, tak pernah tertinggal pula kata itu. Taqwa, taqwa, dan taqwa. Selalu terngiang di kepala namun artinya sendiri terkadang lupa. Selalu diucapkan tapi tak mengerti sedalam apa maknanya. Selalu dituntut untuk taqwa tapi tak mengerti batasan-batasan dari taqwa itu sendiri. Berani menyampaikan, namun tak mengerti jika tindak tanduknya sudah mencerminkan taqwa atau belum.

Maka, untuk sedikit menepis asumsi di atas, mari kita simak sedikit di bawah ini:

Taqwa adalah melakukan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah baik di tempat sepi maupun ramai. Dari definisi tersebut, taqwa menjadi hal yang bisa membuat dilemma. Pasalnya, bagi orang awan hal tersebut masih belum disadari secara penuh sehingga ketika ada manusia lain akan berbuat baik namun ketika sendiri belum tentu hal baik itu dilakukan. Apalagi di era saat ini sangat banyak hal-hal yang awalnya dianggap biasa saja menjadi hal yang dibesar-besarkan. Tak memungkiri jika hal itu bisa menjadi penyebab manusia memiliki dua sisi, ketika ramai dan ketika sendirian. Maka bertaqwalah agar senantiasa dikuatkan hatinya untuk selalu melakukan hal-hal yang telah dibatasi oleh Allah  dalam segala kondisi. Contoh kecilnya yang sekarang digandrungi kawula muda, pacaran. Perbuatan itu merupakan salah satu contoh perilaku tidak taqwa, sebab mengumbar dosa dan secara terang-terangan melanggar larangan Allah, perbuatan yang mendekati zina.

Di sisi lain, taqwa juga memiliki tingkatan tersendiri. Ada tingkatan terendah dan tingkatan tertinggi. Dimulai dari tingkatan yang rendah, taqwa di level ini yaitu di mana seseorang beragama Islam, merasa kasihan kepada orang yang berbuat dosa serta bisa menasehati orang yang berbuat dosa tersebut. Sedangkan di level tertinggi, taqwa menjelma menjadi pribadi yang tidak melakukan hal hina.

Alangkah tidak mudah implementasi taqwa bagi kaum awam, hal yang sudah biasa dilakukan ternyata masuk dalam kategori taqwa level terendah. Padahal ketika ingin mendekatkan diri pada Allah, harus diiringi dengan ketaqwaan yang tinggi. Namun tidak mengapa, kita masih bisa meningkatkan ketaqwaan kita. Kiat-kiat yang dilakukan pun terdengar cukup mudah, menghindari tingkah laku hina. Sesederhana itu.

Orang yang tidak bertaqwa akan merendahkan harga diri manusia dan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Hal ini dapat dianalogikan dengan perilaku hewan yang mana fisik dilakukan sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah. Namun hal ini tidak akan terjadi bagi orang yang memiliki kesempurnaan taqwa, yang mana selalu menghiasi diri dengan hal yang bermanfaat dan memiliki urgensi bagi sekitar. Hal sederhana dari sikap ini yaitu membantu orang lain, belajar, intropeksi diri dan masih banyak sikap lainnya.

Selain itu pemicu seseorang menjadi taqwa yaitu mengingat kematian. Hal ini dapat menyebabkan seseorang selalu menebar benih kebaikan mengingat kematian datang tanpa permisi dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bisa jadi satu detik ke depan kita sudah berbeda alam. Selain itu mengakui bahwa kenikmatan dan daya kita untuk melakukan kebaikan semata-mata hanyalah amanah dan semaunya milik Allah. Kita hanya dititipi saja. Maka, dengan itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Namun, kenikmatan itu bisa hilang hanya karena satu kekecewaan. Maka dari itu, ikhlas juga harus beriringan dengan taqwa agar keduanya bersinergi membentuk pribadi yang selalu kembali kepada Allah.

Ketaqwaan yang telah dibenahi sekian waktu, tidak akan sia-sia atau terbang begitu saja. Di dunia, taqwa dapat membuahkan beberapa hal berikut:

Satu, akan ditinggikan derajatnya.

Dua, akan mendapatkan julukan yang baik dari orang lain.

Tiga, dibicarakan dalam hal kebaikan

Empat, disenangi oleh manusia

Lima, akan dimulyakan

Enam, bagi orang tua, melihat orang yang bertaqwa itu takut sedangkan bagi kawula  muda, melihat orang bertaqwa itu menghormati dan memulyakan

Tujuh, mempunyai akal yang tidak ditutup  dengan kebencian, pasti bersih dan suci. Orang yang berakal ketika melihat orang yang taqwa pasti terlihat baik dan sopan.

Adakah kerugian di atas? Tidak teman, ketaqwaan tidak akan membawa ke dalam kerugian manapun. Justru keberuntungan akan selalu mengikuti kita, insha allah. Seperti kalimat yang sudah sangat familiar, barangsiapa yang mendahulukan agama (taqwa) urusan dunia tidak perlu dikhawatirkan, kurang lebih begitu.

 

Wallahu ‘alam bish shawab


Dipta_edu
Dipta_edu Hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Taqwa, Hal yang Harus Dimiliki oleh Setiap Muslim"

ads here
ads here