Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Assalamu'alaikum. Selamat Datang di Pondok Pesantren Nurul Iman

Antara Ngaji dan Shalat

 

Ngaji adalah sebutan yang sangat karib di dunia pesantren. Ngaji adalah sebagian dari mencari ilmu. Ngaji sudah menjadi kewajiban bagi santri di dunia pesantren.

Mengaji dihukumi wajib bagi seluruh umat muslim tanpa terkecuali. Seperti yang disebut di bawah ini:

 طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة ~ تعليم المتعلم

Mencari ilmu wajib bagi seluruh kaum muslim laki-laki dan muslim perempuan. ~ta’lim muta’alim

Dari sana sudah sangat jelas, ngaji sebagian dari mencari ilmu yang dihukumi wajib bagi seluruh umat muslim. Maka tak heran jika santri sangat getol dalam urusan ngaji. Apapun kondisi yang menimpanya, ngaji menjadi obat yang akan menyirami rohnya.

Dari 24 jam yang dimiliki setiap muslim, paling tidak sisakan satu jam untuk ngaji, meski diselingi guyon, yang penting ngaji. Sebab roh kita akan kering nan tandus jika tidak pernah kaki kita melangkah ke majlis ilmu. Namun, tidak semua muslim memahami dan memperhatikan ini. Santri saja ada yang kurang disiplin, padahal ilmu dengan mudahnya didapat di lingkungan pesantren. Waktu begitu luang dan perjalanan pun tidaklah memakan waktu lama.

Barangsiapa yang duduk di majlis ilmu, sekalipun tidak menyentuh alat tulis, tidak menulis, lebih utama daripada membebaskan budak 1000.

Betapa Allah memuliakan insan yang mau mencari ilmu. Namun, sayang sekali terkadang kita lalai dan enggan melangkahkan kaki mencarinya.

Ngaji, mencari ilmu memang berat. Setan begitu lihai menggoda kita. Sehingga rasa malas menyerang diri. Ngaji menjadi berat, menyebalkan, membosankan, dan alasan lain yang membuat kita mengelak untuknya. Tapi kenapa Allah mewajibkan kita pada sesuatu yang berat, seperti mencari ilmu?

Sebab, dibalik hal yang berat tersebut, Allah menyelipkan sesuatu yang baik, maka Allah mewajibkan. Ngaji berat, tidak semua orang kuat untuk mencari ilmu yang membutuhkan waktu tidak sebentar. Namun, kita harus mengakali agar ngaji itu tidak menjadi hal yang berat. Tidak ada hal yang diwajibkan yang pelaksanaannya mudah. Setiap hal yang wajib memiliki tantangan tersendiri dan tidak semua orang mampu melaksanakannya.

Layaknya salat, Allah mewajibkan kaum muslim sholat.

ان الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا

 Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. ~An-nisa : 103

Melihat ayat di atas, sudah disebutkan bahwa shalat wajib hukumnya bagi tiap orang beriman. Shalat, sabagai pengakuan diri pada Allah bahwa diri tidak kuasa sehingga diri meminta bantuan pada-Nya. Terlihat dalam tiap bacaan shalat, kesemuanya menyatakan bahwa diri makhluk yang lemah dan butuh Allah.

Dalam 24 jam, kita diwajibkan menjalankan shalat 5 kali. Intensitas tersebut, menuntut kita untuk terus memupuk keyakinan kita untuk beribadah dan memperbaiki kualitas ibadah kita. Caranya yaitu dengan terus belajar, mengaji.

Namun, terkadang kita terlena sehingga melaksanakan ibadah berlipat-lipat namun sekedar mengikuti trend, tanpa tau dasarnya, kenapa melakukan ibadah tersebut? Maka, imbangilah dengan mengaji agar mengerti ibadah yang dilakoni.

Lebih baik 1 orang ahli ilmu daripada 1000 ahli ibadah.

Syetan lebih takut pada satu orang ahli ilmu daripada 1000 ahli ibadah, sebab ahli ilmu memahami ibadah yang dilakoninya.

Maka, mengajilah agar memahami apa-apa yang kita lakukan dalam beribadah dan tidak mudah terpengaruhi oleh sekitar.

Kewajiban shalat dan ngaji beriringan. Ngaji sebagai bekal untuk mengabdikan diri pada Allah dan sebagai ajang kita menyerahkan diri pada Allah dalam segala hal.

Yuk, imbangi keduanya, tegakkanlah shalat dan jangan tinggalkan majlis ilmu.

 

Semangat untuk menjadi pembelajar abadi 

Dipta_edu
Dipta_edu Hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Antara Ngaji dan Shalat"