Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Assalamu'alaikum. Selamat Datang di Pondok Pesantren Nurul Iman

Melawan Kesulitan atau Menggenggam Keindahan? Luaskan Hatimu, Kawan!

 

Hidup di dunia ini memang tidak selamanya mulus. Tak sedikit halang rintang yang menunggu di depan. Jalan berliku, menanjak, turunan, buntu, berlubang, dan lainnya senantiasa menanti kedatangan kita. Di manapun pasti akan menemuinya. Kenapa? Karena Tuhan ingin diri mendapatkan hikmah melalui tiap jalan yang dilalui. Layaknya kado special, tak mungkin dibungus hanya dengan kertas bekas. Melainkan dibungkus dengan apik. Pun Tuhan, memberikan hikmah yang besar dibalut dengan kesulitan.

Pernah nggak, bedain mana ikan sungai sama ikan laut? Kalau belum pernah, sini, ikan laut dagingnya lebih gurih dari ikan sungai. Rasanya pun lebih enak ikan laut. Karena apa? Karena setiap hari ikan laut mendapat hantaman ombak dan harus melawan ombak. Hal ini membuat kuat dan dagingnya keras. Berbeda dengan ikan sungai yang arusnya tidak sekuat di laut. Sama halnya dengan kita sebagai manusia, semakin besar cobaan, jika berhasil melaluinya maka hasilnya pun akan lebih baik.

Pun santri. Tak jarang kehidupan pesantren dibumbui dengan kesulitan dan hambatan yang menguji seberapa kuat santri bertahan untuk mendapat ilmu. Dari sisi teman, materi, sulitnya menangkap ilmu dan lainnya. Masing-masing mendapat jatah sendiri.

Nikmatnya lupa. Menghapal siang, sore lupa, diulang lagi, hapal lagi, malam lupa lagi, dihapal lagi, dibawa tidur hilang entah ke mana. Sabar. Bertahan. Menghapal lagi sampai benar-benar mendapat tempat di memori dan menetap di hati. Bukti cintanya Tuhan sehingga Dia ingin kita mengulang ayat-ayat-Nya. Rindu-Nya pada kita, sehingga dengan cara itu kita meminta pada-Nya.

Nikmatnya mengendalikan napsu. Napsu untuk kabur, melawan malas, mengembalikan mood, dan sebagainya. Mengurangi napsu setan dan menambah napsu malaikat. Di sinilah terlihat kerja setan. Tanpa adanya setan, hidup kita tidak berwarna yang sangatlah monoton. Dunia sepi. Nggak asik. Datar. Nggak ada perkara baru. Kebanyang nggak si kalau setan cuti barang sehari? Sudah pasti membosankan dan hari yang dilalui terasa sangat panjang. Bujuk rayu setan sangat mewarnai hari-hari kita. Ah nikmat.

Dan masih banyak halangan yang harus dilewati, namun tidak ingin ditulis. Namun pada intinya, selama kita masih menjejakkan kaki di bumi, halangan akan selalu mengikuti. Halangan itu seperti bayangan kita yang akan selalu mengikuti ke manapun kita melangkah. Maka bertahanlah dan terus berusaha bangkit hingga akhirnya keindahan yang digenggam.

Luaskan hatimu, kawan.


Posting Komentar untuk "Melawan Kesulitan atau Menggenggam Keindahan? Luaskan Hatimu, Kawan!"