Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hayuk Gass lah! Rem Jangan Lupa Dipegang

 


Usia muda adalah masa keemasan bagi mayoritas manusia. Fisik masih kuat. Pikiran belum serumit orang tua. Masa di mana potensi-potensi yang dimiliki layak dikembangkan. Masa muda bagi pemuda merupakan masa kebebasan melakukan apapun. Belum ada jiwa lain yang menjadi tanggung jawabnya. Keputusan-keputusan jatuh di tangannya. Kepercayaan orang tua perlahan berpindah. 

Namun, tidak semudah teorinya kawan. Hal-hal itu harus diiringi dengan pemikiran yang matang. Karena tiap keputusan yang diambil sedikit banyak akan berpengaruh dalam petualangan hidupnya kelak.

Santri, sebagai bagian dari pemuda, mau tidak mau mengikutinya. Keputusan-keputusannya akan berpengaruh, pada dirinya, bahkan orang di sekelilingnya. Pengendalian diri terhadap nafsu harus sedemikian rupa, adakalanya ditahan adakalanya dilepaskan. Harus paham kapan hayuk gass dan kapan tarik rem. 

Dunia yang terpampang jelas kenikmatannya seringkali membuai mata hingga terlena pada tujuan awalnya. Khalifah, sang penjaga bumi, yang memimpin dan mengendalikan begitu banyak teka-teki yang tersirat dalam tiap peristiwa. Dalam tiap peristiwa kita hanya dihadapkan pada dua pilihan saja. Gass maju atau rem untuk menjaga kestabilan.

Gass maju, ketika dihadapkan dengan pilihan yang baik. Janganlah ragu untuk melangkah maju demi kebaikan yang ditawarkan. Jikalau itu memberi manfaat, baik untuk diri sendiri ataupun orang di sekitar, jangan ragu menarik gass, maju dengan percaya diri. Beri manfaat pada sekeliling sebelum Tuhan meminta pulang. Selagi memiliki niatan yang baik hayuk gass lah. Jangan ditunda karena hati mudah sekali berpaling. Pagi hayuk bisa jadi siang sudah hilang. So, nggak perlu nunggu nanti jika punya niat baik. Tapi, jangan dimakan mentah yak…. Sesuaikan kondisi. Contohnya, lagi ngaji tiba-tiba pengin ngepel masjid. Kelarin dulu ngajinya baru setelah itu gass ngepel masjid. Kalau saat itu langsung ngepel masjid, itu tidak pas ya kawan. Gara-gara ngga pengin ngaji, ngepel masjid jadi pelarian. Beda cerita kalau lagi nganggur tiba-tiba pengin ngepel masjid, ya silahkan berangkat hayuk. Dengan catatan masjid sedang kosong yah.. jangan pas lagi buat jumatan malah tiba-tiba dirimu ngepel. Nah, kalau seperti itu, ada yang perlu dipertanyakan dengan dirimu. 

Tarik rem jangan lupa. Jika nafsu setan sedang menyelimuti, silahkan tarik rem. Tahan dirimu dari nafsu sekuat mungkin. Nafsu, penyebab dari masalah-masalah yang ada. Karena napsu, membuat ikatan mengendur dan bahkan putus. Kendalikan napsumu. Ketika ingin marah, tahan dirimu, usahakan sekuatnya meredam amarah. Karena jika amarah yang keluar, itu bukanlah dirimu, melainkan napsu yang menghuni dirimu. Amarahmu tidak menyelesaikan masalah. Justru akan memperkeruh keadaan. Jika malas merundungimu, kendalikan itu. Jangan kau turuti itu. Bangun dan lawan rasa malasmu. Karena sekali malas awal dari hal besar bisa jadi terlewatkan. Kemalasan akan menghilangkan momentum.

Nah. Sekarang tau kan, kapan harus gass dan kapan harus rem.

Semangat ya.



1 komentar untuk "Hayuk Gass lah! Rem Jangan Lupa Dipegang "

Posting Komentar