iklan banner

Tuesday, 22 May 2018

Luar Biasa, Belajar Kemuliaan dari Uwais Al Qarni


Orang mulia bukanlah orang yang di mana-mana dimuliakan orang, tetapi adalah orang yang senantiasa berbuat kemuliaan

Contoh konkret orang mulia yang tidak dimuliakan atau dihormati masyarakat adalah Uwais Al-Qarni. Ia adalah seorang pemuda miskin penduduk desa Qaran di Yaman yang sering ditertawakan, diolok-olok, dan dihina oleh orang-orang di sekitarnya, tetapi selalu sabar diperlakukan seperti itu.

Uwais Al-Qarni hanyalah salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak dimuliakan atau dihormati oleh masyarakat namun ia sangat mulia karena ketakwaannya kepada Allah SWT, seperti sikap hormat dan baktinya yang luar biasa kepada ibunya yang seorang janda miskin, tua, dan tak berdaya.

Kemuliaan Uwais Al-Qarni diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, yakni ketika beliau bercerita kepada Sayyidina Umar bin Khattab RA tentang identitas dirinya dan kemudian berwasiat kepada beliau dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA sebagai berikut:

سَيَقْدَمُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ كَانَ بِهِ بَيَاضٌ , فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَأَذْهَبَهُ اللَّهُ ، فَمَنْ لَقِيَهُ مِنْكُمْ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَهُ

Artinya: “Kelak akan datang seorang laki-laki bernama Uwais. Ia memiliki belang putih. Ia berdoa agar Allah menghilangkan belang itu, maka Allah menghilangkannya (kecuali di lengannya). Barang siapa diantara kalian bertemu dia, maka termuilah dia dan mintalah padanya untuk memintakan ampunan kepada Allah.” 
(lihat Jalaludin Abdurrahman As-Suyuthi, Jamiú al-Ahadits, al-Jamiú as-Shaghir wa Zawaiduhu, wa al-Jamiú al-Kabir, juz 6, Darul Fikri, 1993, hal 25)

Kisah tersebut menunjukkan kemuliaan Uwais Al-Qarni yang tinggi di mata Allah SWT dan Rasul-Nya yang bukan semata-mata karena Sayyidina Umar bin Khattab RA dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA diwasiati Rasulullah SAW untuk minta didoakan diampuni dosa-dosanya, tetapi bahwa semua ketaatan atau seluruh perbuatan mulia yang dilakukan Uwais Al-Qarni secara istiqamah telah menjadikannya seorang hamba yang telah mencapai derajat orang mulia.

Siapa pun orang bertakwa adalah orang mulia tanpa memandang apakah ia seorang hamba sahaya, kuli bangunan, buruh pabrik, direktur perusahaan, konglomerat, pejabat ataupun seorang ulama. Semakin tinggi ketakwaan seseorang semakin tinggi kemuliaannya. Semakin jauh dari perbuatan mulia semakin jauh dari kemuliaan meskipun terhormat di masyarakat.

Semoga kemuliaan senantiasa melimputi akhlak kehidupan kita alam menggapai Ridlo Nya

Ldnu Karanglewas
Previous
This Is The Oldest Page

0 comments:

Post a comment