Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Assalamu'alaikum. Selamat Datang di Pondok Pesantren Nurul Iman

Wow! Nurul Iman ketiban rezeki

 

Potret pondok putri baru

Pandemi yang belum berakhir membuat kami, segenap keluarga besar PP Nurul Iman, memutar otak untuk menarik mahasiswa baru IAIN Purwokerto agar nyantri di PP Nurul Iman. Sistem yang masih online sehingga tak jarang mahasiswa baru masih betah di rumah. Melihat realita sebelumnya, santri yang tidak bisa dihitung dengan jari membuat kami mengakali agar mahasiswa tertarik dengan pondok ini. Lokasi yang tidak sedekat dengan lainnya mungkin menjadi alasan bagi calon santri. Namun tak hanya itu, tujuan utama nyantri ada yang lain yang cukup dipertimbangkan sebelumnya.

Awal semester ganjil, cikal pesimis mulai tumbuh. Namun bukan namanya Nurul Iman jika hanya diam menunggu tanpa usaha. Beberapa usaha dilakukan oleh segenap keluarga besar Nurul Iman. Hingga di pertengahan semester ganjil, beberapa santri baru mulai memutuskan menginap di sini. Tentunya bukan sekedar menginap, namun ada hal lain “ – “. 

Melihat realita, tempat yang cukup luas itu makin terasa sesak seiring bertambahnya santri baru. Kami mulai mengeluhkan hal itu karena dirasa kurang nyaman dan kurang leluasa pergerakan kami. Tak lama dari itu, sekitar awal bulan Februari, liburan semester ganjil, kami resmi dipindah ke gedung yang baru. Ruang yang tak jauh berbeda kami tempati. Proses pindahan tidaklah memakan waktu yang sebentar, namun berhari-hari. Sebab masih ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara pribadi. Di sisi lain, kenangan di pondok yang lama masih membekas dan enggan meninggalkan begitu saja. Desakan demi desakan membuat kami pindah total ke gedung baru. Adaptasi sosial dan juga alam menjadi tantangan tersendiri. Beberapa waktu awal, sekitar 50% santri mengalami flu. Kami yang belum terbiasa dengan belaian angin itu kaget dan dengan senang hati flu menyerang tubuh kami. Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh kami akrab dengan belaiannya. Nyaman mulai menyelimuti. 

Tak disangka dan tak diduga, ma’had IAIN membuat putusan baru yang membuat mahasiswa segera berburu pondok mitra IAIN. Beberapa menjatuhkan hati mereka di sini. Hamdalah. Teman kami makin banyak dan makin ramai. Tidak berhenti di sana. Masalah kembali muncul. Santri baru mau di taruh mana? Hingga setelah dirundingkan, satu ruang lagi ditambahkan untuk santri putri mengingat ruang gerak yang kurang leluasa. Di tengah pamdemi yang entah masih atau tidak, rezeki mengalir di tengah Nurul Iman.


Posting Komentar untuk "Wow! Nurul Iman ketiban rezeki"