ffffff
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
banner here

Potret Pesantren Terhadap Seksualitas

Pendidikan seksualitas seringkali disalahpahami dengan perilaku seksual yang menyimpang, padahal pendidikan seksualitas itu sendiri yang memberikan kesadaran diri, hubungan antar pihak satu dengan lainnya, pentingnya kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang bertanggung jawab. Maraknya korban kekerasan terutama perempuan membuka ruang perbincangan publik terkait pendidikan seksualitas. Keterlangkaannya pendidikan seksualitas di sekolah formal menjadikan angka pertumbuhan kasus ini semakin tinggi di Indonesia. Anak yang menjadi korban seringkali tidak menyadari akan tanda-tanda kekerasan tindakan tersebut. Orangtua sebagai pelaku sosialisasi kerap kali absen akan perannya dalam hal ini.

Tantangan terhadap pendidikan seksualitas seringkali kerap disalahpahami dengan pendidikan seks menjadikan minimnya pengetahuan seksualitas itu sendiri.

Islam sebagai agama yang mengatur tingkah laku manusia menjadikan sumber upaya akan pendidikan seksualitas. Pesantren sebagai wadah dalam menimba ilmu agama berperan sebagai jembatan sinergis antara pengetahuan dengan moralitas dari agama.

Percampuradukkan antara dua istilah yaitu seksual dan seksualitas kerap kali disalahpahami oleh masyarakat. Dalam kamus wikipedia, seksualitas didefiniskan sebagai sejumlah ide, perilaku dan proses termasuk identitas, perilaku, kondisi fisiologis, kondisi psikologi, budaya, politik dan spiritual atau aspek keagamaan dari seks. Arti seksualitas sendiri di KBBI adalah: ciri, sifat, atau peranan seks.

Islam mengakui bahwa seksualitas sebagai bagian dari substansi dalam kehidupan terutama masyarakat.  Dijelaskan dalam al Qur'an terdapat beberapa bagian dari seksualitas itu sendiri seperti penciptaan, relasi dan hubungan seksual sebagai ayat (tanda-tanda kekuasaan Tuhan) misalnya QS. alMursalat: 30–32, Q. al-Rum: 21 dan QS. al-Baqarah: 187.  Bahkan islam sendiri menyebutkan bahwa seksualitas merupakan suatu hal yang natural dalam kehidupan manusia. Maka dalam hal ini Seks dan seksualitas dalam Islam merupakan rahmat Allah dan tidak dipertentangkan dengan spiritualitas. Q. Al- Rum (30): 21 menyatakan:

"Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yaitu Dia menciptakan pasanganmu dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya dan Allah menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Begitupun dengan hadis sebagai sumber kedua ajaran islam mengajarkan aturan normatif terhadap pendidikan seksualitas.

Ruang cangkup pendidikan seksualitas dalam pesantren dapat dijumpai dalam berbagai disiplin ilmu terutama ilmu fikih, ilmu tafsir dan hadits. Dalam ilmu fikih diawali dengan bab thaharoh (bersuci) hingga tanda-tanda baligh (pubertas) di mana mimpi basah bagi laki-laki dan perempuan dengan haid, begitu pula dengan tata cara mandi wajib. Pembahasan ini menunjukkan bahwa seksualitas dalam islam berkaitan erat dengan ibadah atau praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan bahan ajar dalam pesantren  seiring waktu juga mengalami pergeseran pemilihan bahan ajar. Hal ini untuk penjelasan yang lebih luas dibandingkan dengan kitab sebelumnya dan perkembangan materi.

Melalui hal tersebut, seksualitas secara tidak langsung masuk pada diri santri dan menempa pribadi santri.

Pendidikan seksualitas dalam islam menjadikan peserta didik mengerti tentang seksualitas dan bertanggung jawab atas seksualitasnya sesuai nilai islam sehingga tidak ada kekhawatiran bahwa pendidikan seksualitas akan membawa dampak negatif terhadap meningkatnya perilaku seksual yang terlarang. Dalam pesantren menjadi arah baru dalam membentuk pandangan seksualitas santri sebagai agen sosialisasi nilai-nilai Islam dalam masyarakat.


Dipta_edu
Dipta_edu Hanya seorang pembelajar

Post a Comment for "Potret Pesantren Terhadap Seksualitas"

Youtube